Pola Asuh Anak: Definisi, Fungsi, dan Tujuan

Pola asuh anak adalah cara orang tua dalam membina, membimbing, mengarahkan dan membangun hubungan dengan anak melalui interaksi sehari-hari di rumah. Ketika orang tua sedang berbicara dengan lembut dan menyuruh anaknya untuk menyapu halaman rumah, maka ini adalah pola asuh yang bertujuan supaya anak menjadi mandiri.

Ilustrasi gambar: Pola asuh orng tua

Dalam mengasuh dan membesarkan anak, tentu ini tidak bersifat instan, melainkan membutuhkan proses dan waktu yang lama. Karena waktunya yang tersebut, maka ada hubungan emosional yang sangat dekat di antara keduanya. 

Seorang anak akan merasa tenang dan aman ketika bersama kedua orang tuanya, demikian juga orang tua merasa bahagia ketika bersama anaknya. Oleh sebab itu, mengetahui dan memahami pola asuh anak sejak dini menjadi penting agar proses pola asuh tersebut berjalan dengan tepat. 

Terkadang, masih ada orang tua yang tidak memahami tentang pola asuh anak. Akibatnya, cara mereka membesarkan anak terkadang ala kadarnya.

Pengertian Pola Asuh Anak

Secara sederhana, pola asuh adalah cara yang digunakan oleh orang tua dalam membina, mengontrol, membimbing dan membangun interaksi dengan anak sepanjang waktu. 

1. Pola asuh anak secara umum

Pola asuh anak menurut kbbi.web.id online adalah sebagai berikut: Kata "pola" berarti model, sistem atau bentuk struktur yang tetap. Sedangkan kata "mengasuh" berarti menjaga, merawat dan mendidik anak kecil. 

Dari definisi kata tersebut maka pola asuh anak dapat diartikan sebagai cara orang tua dalam menjaga, merawat, mendidik dan membesarkan anak secara bertanggung jawab. 

Mengapa membesarkan anak harus bertanggung jawab? Karena pada faktanya banyak anak-anak yang masih kecil ditelantarkan oleh orang tuanya. Banyak pasangan yang menikah gagal dan tidak bisa memenuhi peranannya sebagai orang tua. 

2. Pola asuh anak menurut para ahli

Berikut ini beberapa pengertian pola asuh anak menurut beberapa ahli, di antaranya adalah Elizabeth B. Hurlock, John W. Santrock, Sigmund Freud dan Jean Piaget.

Menurut Elizabeth B. Hurlock. Pola asuh anak berarti cara mendidik, membina dan mengarahkan anak supaya dapat berkembang secara optimal sesuai dengan norma dan nilai sosial. Ia mengingatkan dan juga menekankan bahwa pola asuh sejak dini akan berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan kepribadian anak. 

Oleh sebab itu, lingkungan keluarga akan menjadi tempat pertama bagi anak untuk melihat dan belajar tentang segala sesuatu. Interaksi dan komunikasi orang tua dengan anak akan menentukan karakter dasar seorang anak.

Menurut John W. Santrock. Pola asuh diartikan sebagai metode yang digunakan orang tua untuk merawat, mendisiplinkan dan mendukung perkembangan anak. prinsip utamanya adalah menjaga keseimbangan antara kontrol dan dukungan emosi dalam pengasuhan. 

Menurutnya, pola asuh yang benar mampu membantu, mendampingi dan mengembangkan kemampuan sosial, kognitif, dan emosional secara bersamaan.

Menurut Sigmund Freud. Freud menjelaskan bahwa pola asuh anak harus dilihat dari sudut pandang perkembangan kepribadian anak. Menurutnya, pengalaman masa kecil anak, terutama hubungan dengan orang tua, sangat memengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian hingga dewasa. 

Pola asuh yang terlalu keras atau sebaliknya, akan mempengaruhi dan menimbulkan konflik spikologis dalam diri anak. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat berpengaruh secara signifikan dalam pembentukan kepribadian sejak dini.

Menurut Jean Piaget. Piaget berpendapat bahwa pola asuh sangat berkaitan atau berhubungan erat dengan perkembangan kognitif anak. Ia menekankan bahwa tahapan perkembangan berpikir anak terus berkembang, sehingga ia belajar berdasarkan perkembangan kognitifnya. 

Oleh sebab itu, pola asuh orang tua harus menyesuaikan dengan perkembangan berpikir anak. Interaksi dan komunikasi akan membantu anak memahami lingkungannya secara bertahap.

Fungsi Pola Asuh Anak

Pola asuh orang tua memiliki fungsi yang menyeluruh dalam perkembangan kepribadian anak. Hal ini meliputi sikap, perasaan, emosi, kepribadian maupun cara berpikir.

1. Membangun sikap dan emosional

Banyak orang tua yang terkadang kurang paham bahwa pola asuh berperan langsung dalam membentuk sikap dan kematangan emosional anak. Secara khusus ketika orang tua merespons perilaku dan perasaan anak setiap hari. Perlu dipahami juga bahwa sikap sabar, kepedulian dan tanggung jawab tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui pengalaman yang berulang-ulang.

Dengan melihat perilaku orang tuanya, maka perlahan-lahan anak mulai melihat, memperhatikan, merasakan, dan mencoba meniru cara orang tua bersikap. Melalui interaksi inilah seorang anak belajar berkata-kata, bertindak, beraksi dan memahami dampak dari tindakannya.

2. Membentuk kepribadian dan cara berpikir

Pola asuh memiliki peran besar dalam membentuk "siapa anak itu?" dan "bagaimana ia berpikir?". Melalui cara orang tua berbicara, memberi arahan, sampai menyikapi kesalahan, seorang anak selalu belajar memahami dirinya. 

Apakah ia merasa dicintai dan dihargai? Atau justru sebaliknya, kurang percaya diri dan justru ragu-ragu. Pada tahap inilah kepribadian dan cara berpikir anak terbentuk; apakah ia memiliki keberanian, mandiri dan percaya diri? Atau justru sebaliknya. 

Pola asuh juga membantu anak melihat situasi dengan dan mengambil keputusan dengan tepat. Oleh sebab itu, komunikasi di dalam keluarga adalah hal yang utama, khususnya dengan anak-anak. Mereka membutuhkan sentuhan dan kehangatan dari kedua orang tuanya. 

Orang tua juga tidak boleh terlalu mengatur tanpa memberikan penjelasan, terkadang anak cenderung pasif dan hanya mengikuti. Jika hal seperti terus terjadi dan dibiarkan, takutnya akan membentuk perilaku dan berdampak pada karakter mereka.

Tujuan Pola Asuh Anak

Tujuan utama dari pola asih anak adalah membentuk karakter dan pribadi anak yang mandiri, mampu bertanggung jawab dan memiliki akhlak atau budi pekerti yang baik.

1. Menjadikan anak mandiri dan bertanggung jawab

Tujuan utama dari pola asuh anak adalah membantu dan membimbing anak menjadi mandiri dan mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Adapun yang perlu disadari oleh orang tua adalah kemandirian tidak muncul secara tiba-tiba, namun dibangun melalui kebiasaan kecil sehari hari di rumah.

Misalnya, orang tua memberi tanggung jawab kepada anak untuk menyapu kamar setiap hari. Walaupun ini tanggung jawab kecil, namun jika diterapkan dengan baik tentu akan membuat anak menjadi bertanggung jawab. 

Apabila anak tidak mengerjakan tugasnya, maka orang tua harus memberi koreksi dan mengarahkannya. Dengan demikian, anak akan terbiasa bertanggung jawab dari hal-hal yang kecil.

2. Menjadikan anak bersikap jujur dan berakhlak yang baik

Tujuan terpenting dalam pola asuh adalah membimbing anak supaya memiliki kejujuran dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran dan akhlak yang baik tidak cukup bila diajarkan hanya dengan teori saja.

Oleh sebab itu, sikap dan perilaku orang tua harus jadi contoh yang nyata dalam hal ini. Dalam hal-hal kecil, orang tua harus berbicara jujur dan bertanggung jawab.

Ingat, akhlak dan budi pekerti yang baik juga tidak datang secara tiba-tiba. Orang tua harus menjadi contoh dan juga mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan, seperti menolong, berbagi, kepedulian dan kebersamaan. Ketika anak-anak melakukan kesalahan, maka orang tua juga harus memberi respon dengan tepat.

Kesimpulan: Pola Asuh Anak

Berdasarkan deskripsi dan penjelasan di atas, maka pola asuh anak diartikan sebagai cara atau model orang tua dalam membentuk perkembangan anak melalui sikap, perilaku dan tanggung jawab melalui kehidupan sehari-hari. 

Karena orang tua sebagai "sebagai teladan", maka apa yang dilakukan akan memberi dampak kepada anak. Ingat, semua tindakan orang tua akan memengaruhi cara anak berpikir, bersikap, dan memahami dunia di sekitarnya.

Melalui pola asuh yang tepat, diharapkan serang anak tidak hanya belajar tentang aturan, tetapi juga belajar mandiri, bersikap jujur, berani bertanggung jawab, dan mampu mengelola emosi dengan benar. Proses ini terjadi secara bertahap dan berkelanjutan.

Pola asuh bertujuan untuk menyiapkan anak agar siap menghadapi kehidupan nyata. Dengan pola asuh yang benar, maka diharapkan mereka dapat mengambil keputusan yang tepat, bisa beradaptasi, dan hidup penuh dengan tanggung jawab. Karena itu, pola asuh bukan sekadar cara mendidik, tetapi fondasi utama dalam membentuk pribadi anak di masa depan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url